Postingan

Syair Cinta Untukmu

Gambar
Syair Cinta Untukmu.... Muhammadku.... Allahumma Shalli Alaa Sayyidinaa Muhammad... Semerbak Harum Disepanjang Waktu... Tentang sosok mulia yang selalu dirindu... Tentang kekasih allah dan syafaat ummat di penghujung waktu... Muhammadku.... Kami Rindu, Rindu yang hadir tanpa melihatmu, Rindu yang tumbuh tanpa mendengar tutur katamu, Rindu yang timbul tanpa sempat memelukmu, Kami rindu, Padamu, Muhammadku.... Muhammadku.... Engkau adalah cahaya kehidupan, Teduh sekali raut wajahmu seperti sejarah menyebutkan, Ramah dan santun budi pekertimu yang banyak direkam orang, Sosok dermawan dan kerendahan hatimu tak habis dibicarakan, Biarkan suri tauladanmu menjadi penerang, Ajaran dan kebaikanmu yang selalu jadi pedoman, Allahumma Shalli Alaa Sayyidinaa Muhammad... Syair ini memenangkan lomba Baca puisi anak-anak saat perayaan Maulid Nabi di Bayt al-Qur'an 

Senja & Keluh Kesahku

Gambar
Senja & Keluh kesah ku Semburat kuning menembus lubang kecil jendela kayu, Sinar itu mengenai wajahku, yang serius menekuni tugas kuliahku, Terdengar riuh suara kapal melepas sauh, Melepas lelah dari perjalanan jauh, Kubuka jendela, melihat Orang-orang gaduh memungut puing-puing harapan, Menetes air mataku menangisi egoku, Selalu saja meminta sedangku lebih berkecukupan, Aku do'akan mereka, semoga kalian berbahagia dan bisa menghapus air mata anak-anak yang menantikan hadirmu, pejuang keluarga,- AM 22 Maret 2020

Qais dan Laila

Gambar
مررت على الديار ديار حبيبي # أقبل ذا الجدار وذا الجدار  وما حب الديار شفقن قلبي # ولكن حب من سكن الديار  "Aku melewati rumah laila, aku ciumi tembok-tembok rumah laila, aku ciumi tembok bukan karena aku cinta pada tembok tetapi cinta pada orang yang berada di balik tembok tersebut". Karena "Cinta menembus hatiku sebelum kulitku" Cinta Qais kepada Layla sebagitu kuatnya,- apalah kita tidak malu tidak mempunyai cinta? Bagaimana cinta kita kepada Baginda? Lebihkah dari cinta Qais terhadap terkasihnya? Atau? AM 12 November 2019

Sidang yang menegangkan

Gambar
Bapak ibu mengapitku  Aku diantara mereka berdua  Canggung,  "Kamu sudah tak muda lagi" kata pertama bapak yang aku tahu arah pembicaraan selanjutnya,-  Ibu diam saja tanda setuju dengan bapak,  Aku pun terdiam dan menunduk sekian detik untuk menyiapkan retorika jawaban,  "Terlalu lama sendiri itu tidak baik", timpal bapak sambil menyalakan rokoknya "Iya sih pak, tapi" belum jadi aku menyempurnakan retorika gaya mahasiswa bapak sudah memotong saja "jangan terlalu pilih-pilih". Ibu yang sedari tadi diam saja pun ikut berkomentar, "yang penting kalian cocok dan saling menerima, tidak usah muluk-muluk" "ah, salah terus", gumamku. AM

Ibu,-

Gambar
Ibu,-  Wajah teduhmu s'lalu ku rindu, Ketegaranmu membuatku malu, Aku belum apa-apa tuk bahagiakanmu, Ibu,-  Sepuluh hari sembilan bulan,  Kesakitan dan kematian s'bagai taruhan, Antara cemas dan harapan,  Hingga aku ada ke persada yang indah nian, Doakan kami (putra-putri mu) untuk berbakti,-  AM

Hujan di Pagi Hari

Gambar
Hujan di Pagi Hari  Rinai hujan tak begitu deras tak juga kecil,  Suasana Jakarta pun tak seramai biasanya juga tidak bisa disebut sepi,  Dalam alunan musik yang terdengar saat hujan jatuh ke Atap ku, Sesering itu pula aku merindukanmu,  Nia  Tanah-tanah Becek terkena airmu,  Pun air mataku menetes tak kunjung temukan kamu,  Nia  Rerumputan segar meminum air langit itu,  Tapi hatiku sepi tanpa kamu disisiku,  Nia  AM

Hujan di Kemuning Senja

Gambar
Hujan di Kemuning Senja Lewat gerimis senja ini aku sampaikan Rinduku padamu Meliuk-liuk bagai hujan di terpa goyangan angin Rindu ini sangat kuat menderu deram meremuk redamkan jiwaku Dan akhirnya rintik-rintik hujan pun datang Menemani rinduku padamu Lama sekali aku termenung dan terpaku Aku pun tak tahu Apakah aku rindu padamu atau pada hujan AM Entah kapan, lupa